Sibuk Kerja Tetap Berkarya, Rahmad Agus Nugroho (RAN) Karyawan Sucofindo Lampung

Di tengah padatnya rutinitas korporat, menjaga api kreativitas tetap menyala adalah sebuah tantangan besar.

Namun, bagi Rahmad Agus Nugroho (RAN), seorang karyawan di PT Sucofindo Cabang Lampung, kesibukan dunia kerja bukanlah alasan untuk berhenti mengejar passion. Melalui lensa kamera, Rahmad membuktikan bahwa profesionalisme di kantor dan dedikasi pada hobi fotografi bisa berjalan beriringan secara harmonis.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai bagaimana Rahmad mengelola waktu, menjaga konsistensi berkarya, serta bagaimana hobi ini memberikan dampak positif bagi kesehatan mental dan produktivitas kerjanya.

Rahmad Agus Nugroho (RAN)

Menemukan Keseimbangan: Work-Life Integration

Bagi seorang karyawan Sucofindo—perusahaan yang bergerak di bidang inspeksi, pengujian, dan sertifikasi—ritme kerja sering kali menuntut fokus tinggi dan presisi. Di sinilah fotografi masuk sebagai penyeimbang.

Alih-alih melihat hobi sebagai beban tambahan, Rahmad menerapkan konsep work-life integration (integrasi kerja dan kehidupan pribadi). Fotografi menjadi medium katarsis untuk melepaskan penat setelah seharian berhadapan dengan target dan laporan kerja.

Katarsis Visual: Fotografi bukan sekadar menekan tombol rana (*shutter*), melainkan cara melatih fokus dan melihat keindahan di balik rutinitas yang monoton.

Manajemen Waktu: Kunci Konsistensi Berkarya

Banyak orang gagal mempertahankan hobi karena alasan “tidak ada waktu.” Rahmad mematahkan stigma tersebut dengan manajemen waktu yang disiplin. Mengutip beberapa strategi yang jamak dilakukan oleh para pekerja kreatif paruh waktu, berikut adalah cara membagi waktu antara pekerjaan dan hobi:

Pemanfaatan Golden Hour Akhir Pekan: Sabtu dan Minggu menjadi waktu utama untuk hunting foto, memanfaatkan cahaya alami terbaik pada pagi dan sore hari.

Fotografi Minimalis Berbasis Ponsel: Saat hari kerja, momen-momen menarik di sekitar lingkungan kerja atau perjalanan pulang tetap bisa diabadikan menggunakan kamera smartphone tanpa mengganggu jam kantor.

Perencanaan Konsep Terstruktur: Sebelum turun ke lapangan, konsep foto (seperti street photography, landscape, atau *human interest) sudah direncanakan terlebih dahulu agar eksekusi berjalan efisien.

Dampak Positif Hobi terhadap Produktivitas Kerja

Berdasarkan riset psikologi organisasi, karyawan yang memiliki aktivitas kreatif di luar jam kerja cenderung memiliki tingkat kejenuhan (burnout) yang jauh lebih rendah.

Bagi Rahmad, fotografi melatih beberapa aspek penting yang secara tidak langsung meningkatkan kinerjanya di Sucofindo.

Pertama, fotografi melatih sikap Detail Oriented (Perhatian pada Detail). Kejelian dalam melihat komposisi dan elemen-elemen kecil di dalam frame sangat membantu meningkatkan akurasi Rahmad saat memeriksa dokumen, data, atau laporan inspeksi di kantor.

Kedua, hobi ini mengasah kemampuan Problem Solving (Penyelesaian Masalah). Seorang fotografer dituntut beradaptasi cepat saat menghadapi perubahan kondisi cahaya atau lingkungan yang tak terduga, sebuah keahlian yang sangat relevan saat menghadapi dinamika dunia kerja.

Ketiga, fotografi merangsang Kreativitas dan Inovasi. Kebiasaan mencari sudut pandang (angle) yang unik di lapangan membantu Rahmad untuk berpikir out of the box dalam menemukan solusi baru atas tantangan pekerjaan di kantor.(*)