Breaking News
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Hadiri Acara Penyerahan Juara Lomba “Cawo Bubalah Lampung” dalam Rangka Hari Pendidikan Nasional 2026, Tanamkan Kecintaan terhadap Budaya dan Identitas Daerah Jakarta – Provinsi Lampung dan Banten resmi ditetapkan sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032. Keputusan tersebut ditetapkan dalam forum Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) 2026, yang digelar di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Kamis (21/5). Penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) KONI Pusat Nomor 05/Musornaslub/2026 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Tuan Rumah Pelaksanaan PON XXIII Tahun 2032. Penetapan itu menjadi salah satu keputusan strategis dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musornaslub KONI 2026. Kedua provinsi dinilai telah memenuhi seluruh tahapan visitasi dan penilaian yang dilakukan oleh KONI Pusat. Kehadiran Lampung sebagai tuan rumah dinilai menjadi momentum penting bagi pengembangan olahraga daerah sekaligus mendorong peningkatan prestasi atlet di tingkat nasional. Pemerintah Provinsi Lampung juga menyatakan kesiapan untuk memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan olahraga dalam menyambut agenda nasional tersebut. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang hadir langsung dalam forum bersama jajaran pengurus KONI dan tokoh olahraga nasional, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Lampung. “Alhamdulillah, ini merupakan kehormatan besar bagi Lampung. Kami berharap momentum ini dapat melahirkan semangat baru, terutama dalam memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dan meningkatkan daya juang atlet,” ujar Gubernur Mirza. Menurut Gubernur Mirza, penetapan Lampung sebagai tuan rumah PON XXIII/2032 harus menjadi dorongan untuk meningkatkan prestasi atlet daerah. Selain itu, momentum tersebut diharapkan mampu memperluas budaya olahraga di tengah masyarakat. Ia menegaskan, penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pengurus cabang olahraga menjadi faktor penting dalam menciptakan prestasi olahraga yang berkelanjutan. Tinjau Langsung Rumah Penyintas TBC di Tulang Bawang, Wagub Jihan Nurlela Berharap Renovasi melalui Program Bantuan BSPS dapat Mewujudkan Hunian yang Layak dan Sehat Bidik Potensi Pengembangan Skema Pembiayaan secara Bersama di Sumbagsel, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Dorong Penguatan Obligasi dan Sukuk Daerah untuk Mendukung Percepatan Pembangunan dan Kemandirian Fiskal Daerah Sekdaprov Marindo Kurniawan Ikuti Prosesi Peresmian Operasionalisasi 1.061 Kopdes Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto, Lampung Dukung Penuh Percepatan Pembentukan Kopdes melalui Pemanfaatan Aset Milik Pemda

Pemprov Lampung Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, Fokus Kendalikan Harga Komoditas Strategis

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung diwakilii Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang) Zainal Abidin, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bertempat di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (28/04/2025).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Pudji Ismartini dalam paparannya menyampaikan bahwa berdasarkan historis, selama periode 2021-2024 terlihat bahwa selalu terjadi inflasi di bulan April.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, bulan April seringkali berdekatan dengan momentum Ramadan dan Idul Fitri. Inflasi April tertinggi terjadi pada tahun 2022 sebesar 0,95% yang merupakan puncak inflasi Ramadan,” ucapnya.

Pudji Ismartini juga menjelaskan bahwa pada Minggu ke-4 April 2025, terdapat 18 provinsi yang mengalami kenaikan IPH dan 20 provinsi yang mengalami penurunan IPH dibandingkan bulan sebelumnya.

“Secara nasional, jumlah Kabupaten/Kota yang mengalami kenalkan IPH pada M4 April 2025 lebih banyak dibandingkan Kabupaten/Kota yang mengalami penurunan IPH,” lanjutnya.

Pudji Ismartini menjelaskan bahwa Kenaikan IPH tertinggi di Pulau Sumatera terjadi di Kabupaten Padang Pariaman dengan nilai perubahan IPH 6,32% dimana Komoditas penyumbang andil kenaikan IPH terbesar di 10 wilayah di Sumatera tersebut didominasi oleh cabai merah dan bawang merah.

Sedangkan di pulau Jawa, Kenaikan IPH tertinggi terjadi di Kabupaten Jombang dengan nilai perubahan IPH 1,09%. Komoditas penyumbang andil kenaikan IPH terbesar di 10 wilayah di Pulau Jawa tersebut didominasi oleh bawang merah dan cabai merah.

Sedangkan di Luar Pulau Jawa dan Sumatera, Kenaikan IPH tertinggi terjadi di Kabupatan Mappi dengan nilai perubahan IPH 5,32% dimana Komoditas penyumbang andil kenaikan IPH terbesar di wilayah tersebut kembali didominasi oleh cabai merah dan bawang merah.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir meminta seluruh pemerintah daerah untuk terus melakukan upaya pengendalian harga dengan sebaik-baiknya.

“Pemerintah Pusat berharap daerah itu berupaya untuk mengendalikan harga sesuai dengan harga eceran tertinggi
Harapannya, masyarakat membeli dengan harga yang baik,” harapnya.

Diakhir Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir mengimbau kepada seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus melaksanakan upaya dan langkah nyata dengan mengecek langsung ke lapangan.

“Saya berharap teman-teman daerah untuk betul-betul bisa melaksanakan tugasnya, turun langsung ke pasar. Rutin mengecek perubahan harga kemudian melaksanakan upaya-upaya. Ini harus kita lakukan dan kita harus fokus terhadap harga-harga barang-barang tertentu yang setiap daerah berbeda-beda. Kita harus melaksanakan tugas-tugas sebaik-baiknya,” tegasnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).