Breaking News
Command Center Polda Lampung Siap Kawal Pengamanan Event WSL Pro Krui 2024 PSM Sukses Rayakan Ulang Tahun ke-21 Gubernur Arinal Djunaidi Melantik Pengurus Persatuan Pensiunan Indonesia Kabupaten Lampung Selatan Masa Bakti 2024-2029 Lampung Selatan — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi sekaligus Ketua Pengurus Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Provinsi Lampung melantik Pengurus PPI Kabupaten Lampung Selatan Di Balai Desa Tanjung Sari Kecamatan Natar Lampung Selatan, Rabu (22/5/2024). Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) adalah wadah organisasi kemasyarakatan yang menjadi tempat berhimpun para pensiunan PNS/ ASN Pusat dan Daerah, Pensiunan Karyawan BUMN dan BUMD, Pensiunan Pejabat Negara baik yang berasal dari eksekutif, legislatif, dan yudikatif bahkan sampai ke mantan kepala desa dan perangkat desa seluruh Indonesia yang berasaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Repubik Indonesia Tahun 1945. Pelantikan pengurus PPI Kabupaten Lampung Selatan yang dilaksanakan hari ini berdasarkan Surat Keputusan Pengurus PPI Provinsi Lampung No. 18/02/PI LPJ/V/2024 tentang Penetapan Pengurus Persatuan Pensiunan Indonesia Kabupaten Lampung Selatan masa bakti 2024-2029. Dalam Surat keputusan tersebut ditetapkan Pembina PPI Kabupaten Lampung Selatan adalah Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan, Penasehat Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan dan Ketua PPI Kabupaten Lampung Selatan H. Sahlani, SH.,M.H. Pengukuhan secara resmi Pengurus PPI Kabupaten Lampung Selatan oleh Gubernur Lampung yang juga Ketua PPI Provinsi Lampung ditandai dengan penyerahan bendera Pataka PPI dari Ketua PPI Provinsi Lampung Arinal Djunaidi Kepada Ketua PPI Kabupaten Lampung Selatan H. Sahlani. (Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung) Gubernur Arinal Djunaidi Hadiri Pengajian Akbar dan Berikan Sejumlah Bantuan di Kabupaten Way Kanan Unila Gelar Wisuda Periode V 2023/2024 dengan 754 Lulusan, Ada Momen Haru

Christina Dini Anggraini, Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Unila Asah Kemampuan Melalui Program Kampus Mengajar

Aktivitas mengajar memberi wahana tersendiri untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan pengetahuan. Tak terkecuali bagi mahasiswa bidang keguruan dan ilmu pendidikan. Mereka berkesempatan mengasah kemampuan sehingga bisa membimbing siswa sekolah, melalui program Kampus Mengajar.

Kampus Mengajar merupakan salah satu program Kemdikbudristek, di mana setiap mahasiswa di lingkup bidang keguruan dan ilmu pendidikan, memiliki kesempatan untuk belajar, memahami, serta berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai sekolah.

Christina Dini Anggraini, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Unila 2021, turut aktif terlibat dalam kegiatan Kampus Mengajar tahun 2024. Itu dilakukan sebagai bagian dari program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Lewat program ini, ia berkesempatan mengajar di sebuah sekolah dasar, yakni SD Negeri 6 Metro Utara, Kota Metro.

Berawal dari informasi yang dibagikan rekan sejawat, Dini memutuskan mendaftar sebagai pengajar pada program Kampus Mengajar batch tujuh. Menurutnya, program ini bisa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar di luar kampus, serta berkolaborasi dengan para guru di sekolah untuk meningkatkan literasi dan numerasi para siswa.

Selama mengajar di sekolah dasar tersebut, Dini membimbing para siswa mengembangkan pengetahuan di bidang literasi dan numerasi. Selain itu, ia banyak mendapati hal-hal unik dan positif, mulai dari relasi, pengalaman, hingga soft skill saat mengajar di sekolah.

“Melalui Kampus Mengajar, saya ingin berbagi cerita kepada orang-orang bahwa pengalaman itu merupakan sebuah hal penting dan berharga. Bahkan, saya juga mendapat kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan inspirasi dari para guru di sekolah,” ungkap Dini.

Melalui kegiatan Kampus Mengajar, Dini dapat melihat kondisi sekolah yang ia kunjungi serta berinteraksi dan bertemu langsung dengan para siswa. Masing-masing siswa menurutnya memiliki karakter dan latar belakang berbeda-beda. Selain itu, ia juga bertemu dengan teman kelompok mengajar antaruniversitas sehingga bisa bertukar cerita dan pengalaman dari masing-masing kampus.

Di masa mendatang, Dini ingin membantu dan berkolaborasi dengan para guru yang dalam merancang rencana pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan sesuai kurikulum yang ditetapkan, serta menjalankan program kerja terkait literasi dan numerasi peserta didik.

“Sebagai salah satu mahasiswa yang sangat tertarik pada dunia pendidikan, program Kampus Mengajar memberi saya banyak kesempatan memperoleh pengetahuan dan pengalaman. Termasuk memadupadankan teori saat di perkuliahan dan fakta lapangan,” ujarnya.

Dini mengatakan, Kampus Mengajar bukan hanya soal menyampaikan kumpulan materi dalam buku pelajaran, tetapi juga wadah dalam membentuk karakter, memotivasi, mendorong perubahan, serta memperluas pengetahuan.